5 kesalahan mengirim lamaran pekerjaan via email

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

5 kesalahan mengirim lamaran pekerjaan via email

Semua orang yang melek internet pasti mengetahui cara berkirim email, akan tetapi hal ini tidak berarti semua paham bagaimana “tata krama” dalam melakukannya.

Pastinya, Anda tidak dapat asal kirim surat elektronik karena sekadar mengetahui bagaimana mengoperasikan komputer atau ponsel pintar Anda. Terutama dalam ragam surat resmi seperti melamar pekerjaan, ternyata banyak orang yang tak mafhum bagaimana etiketnya.

Di bawah ini adalah 5 kesalahan paling fatal yang banyak dilakukan orang dalam mengirim lamaran pekerjaan via email:

1. Tanpa subyek atau judul

Tidak sedikit yang mengirimkan email tanpa subyek. Jangan mengira orang yang Anda kirimi surat hanya menerima pesan dari Anda belaka. Email tanpa subyek tidak menarik untuk dibuka, terutama jika Anda mengirimkan email kepada orang yang menerima puluhan email setiap hari.

Alasan lain, email tanpa subyek bisa masuk folder spam sehingga luput dari perhatian penerima. Hindari pula subjek atau judul yang terlalu umum, seperti “Lamaran”. Sebutkan dengan khusus  jabatan yang Anda inginkan.

2. Tanpa salam pembuka atau penutup

Bagaimanapun, alamat email seseorang adalah ruang pribadi. Anda tentu akan dianggap lancang memasuki rumah seseorang tanpa permisi. Anda bukan tukang koran yang bisa melempar koran ke halaman rumah tanpa permisi.

Kesalahan ini paling sering dilakukan oleh orang yang mengirim email dengan lampiran (attachment). Tanpa judul dan permisi, tiba-tiba pengirim melampirkan CV.

Harus diperhatikan, mengirim email tanpa pembuka dan penutup sangat tidak sopan. Sayangnya, hal ini justru sering dilakukan oleh mereka yang menginginkan pekerjaan.

Pastikan Anda menyapa orang yang Anda kirimi dengan, misalnya, “Yth, Bapak Darsono”, kemudian lanjutkan dengan keperluan Anda, lalu akhiri dengan penutup, misalnya, “Terimakasih” lalu cantumkan nama Anda. Jika orang yang Anda kirimi email memiliki gelar, cantumkan gelar dan pastikan tidak salah eja nama orang atau nama perusahaan.

3. Terburu-buru

Apa pun yang dilakukan secara terburu-buru akibatnya bisa fatal, termasuk berkirim email. Cermati dengan saksama sebelum Anda menekan tombol “kirim”. Pastikan semua tulisan tereja dengan benar, gramatika dan penulisan huruf besar/sudah benar, pilihan kata sudah tepat, lampiran yang dikirim sudah benar. Membaca ulang email resmi adalah suatu kewajiban.

Profesionalitas dan kepribadian Anda akan terbaca dari cara Anda berkirim email. Jadi, jangan sampai Anda harus mengirim email untuk yang kedua kali karena kesalahan fatal pada surat pertama. Kesalahan seperti ini akan membuat Anda dicap tak teliti dan serampangan dalam bekerja.

4. Mengirim email yang sama ke banyak tujuan

Ketika mengirim surat lamaran pekerjaan, Anda mungkin akan mengirim ke beberapa tujuan. Hal ini tentu boleh-boleh saja, akan tetapi pastikan surat pengantarnya tidak sama. Penerima biasanya tahu apakah surat Anda terlalu umum atau secara spesifik ditujukan ke perusahaannya.

Kesalahan sangat fatal terjadi ketika Anda menyebut nama perusahaan yang salah. Hal ini tentu saja  akan mengurangi penghargaan mereka kepada Anda.

5. Menampakkan kebodohan

Tak jarang pelamar menampakkan kebodohannya sendiri dengan  melakukan hal-hal konyol, misalnya mengirim surat menggunakan bahasa Inggris yang amburadul. Padahal, perusahaan tidak mensyaratkan lamaran ditulis dalam bahasa Inggris.

Kesalahan lain adalah melampirkan hasil karya yang buruk. Misalnya, Anda ingin melamar menjadi editor. Jangan sampai Anda mengirim contoh tulisan yang marak dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa.

Rusia tuding Israel penyebab jatuh pesawat Ilyushin II-20
Rahasia menghasilkan anak seperti Sandiaga Uno
Meskipun menang pilpres, Prabowo tak bisa intervensi kasus Buni Yani
Golkar panggil caleg yang dukung Prabowo
 Fadli Zon laporkan balik Rian Ernest soal potong bebek angsa PKI
Berebut magnet Yenny Wahid
Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Fetching news ...