Kritik Gerindra terhadap prestasi internasional Sri Mulyani

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kritik Gerindra terhadap prestasi internasional Sri Mulyani

Politisi Partai Gerindra  Heri Gunawan mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani supaya tidak lupa diri menyusul peghargaan sebagai menteri terbaik di dunia. Menurutnya, masih terlalu banyak pekerjaan rumah bagi Sri yang belum diselesaikannya, salah satunya adalah menghadirkan postur APBN yang kredibel.

"Menghadirkan postur APBN yang kredibel tanpa pemborosan adalah janji Sri Mulyani yang belum dilunasi," ungkapnya Heri di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurut Heri, rakyat Indonesia membutuhkan postur APBN yang bisa mengangkat martabat mereka. Oleh karena itu, penghargaan yang diterima Sri Mulyani hendaknya tak menjadi kebanggaan. Justru Sri Mulyani harus lihat fakta bahwa kemiskinan masih ada di kisaran 27 juta jiwa, ketimpangan bertengger di kisaran 0,39, dan daya beli masih stagnan di kisaran 4,9 persen.

"Bukankah tidak elok kita berbangga diri dengan sanjungan, penghargaan, dan pujian, di saat saudara-saudara kita masih ada yang tersisih. Sri Mulyani jangan sampai merasa benar sendiri. Tak bisa diprotes karena merasa sudah menjadi yang terbaik. Sebaliknya, harus bisa menerima semua masukan dan terbuka dengan kritik," tutur mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR ini.

Pengelolaan belanja dan utang dalam APBN belum maksimal. Belum lagi, masih kata Heri, terkait defisit APBN yang belum mampu dipecahkan dan berkibat pada beban utang yang besar. Tercatat, masih ada gap antara pendapatan dan belanja negara. Rasio utang masih menunjukkan grafik naik.

Tahun 2014, sambung Heri, rasionya sebesar 24,7 persen, tahun 2015 naik tajam ke 27,4 persen, lalu tahun 2016 menjadi 27,9 persen, dan tahun 2017 ada di angka 28,2 persen. Bahkan pada 2018 diproyeksikan dapat menyentuh angka 29 persen terhadap PDB. "Penghargaan yang dinobatkan kepada Sri Mulyani harus menjadi cambuk untuk membebaskan lebih dari 250 juta jiwa dari beban utang," tandas politisi dari dapil Jabar IV itu.

Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyabet penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World award) dalam acara World Government Summit yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (11/02/2018). Penghargaan ini diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik merupakan penghargaan global yang diberikan oleh forum tahunan ini kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya.

Proses seleksi dari penghargaan yang mulai diberikan sejak 2016 dan penentuan pemenang dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi setelah menjadi penerima pertama penghargaan ini dari Asia. Penghargaan ini, lanjut dia, merupakan pengakuan kerja kolektif pemerintah, dalam bidang ekonomi.

Sri Mulyani juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi guna kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan.

Selama ini, upaya reformasi kebijakan telah dicanangkan di Kementerian Keuangan, untuk mendorong kebijakan fiskal menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Reformasi birokasi ini juga sudah membuahkan banyak hasil.

World Government Summit melibatkan segenap pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia dalam suatu forum dialog global tentang proses pemerintahan dan kebijakan publik serta kaitannya dengan teknologi, inovasi dan topik lain.

Forum tahunan ini menjadi ajang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara pejabat pemerintah, penentu kebijakan, pakar dan pimpinan sektor swasta untuk melihat tren masa depan dan implikasi bagi kemanusiaan.

World Government Summit yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan penduduk dunia ini dihadiri oleh lebih dari 4000 peserta dan 90 pembicara dari 150 negara dan lembaga internasional.

Melalui dukungan Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, World Government Summit dimulai oleh sekelompok ahli dari berbagai bidang sebagai upaya untuk membawa segenap pemimpin pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam satu forum bersama.

Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Amerika siap perang dingin dengan Cina
Fetching news ...