Generasi muda harus berdaya juang tinggi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Generasi muda harus berdaya juang tinggi "Rakyat kita semuanya harus memiliki sebuah etos kerja yang baik, memiliki semangat juang hidup yang tinggi, tidak gampang menyerah." - Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengingatkan generasi muda supaya memiliki daya juang yang tinggi untuk menghadapi tantangan dan ancaman yang muncul saat ini dan mendatang.

"Rakyat kita semuanya harus memiliki sebuah etos kerja yang baik, memiliki semangat juang hidup yang tinggi, tidak gampang menyerah, tidak putus asa, melihat tantangan dan hambatan tidak grogi, menghadapi cobaan tidak ragu," kata Presiden Jokowi ketika memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai NasDem di Jakarta, Senin (16/07/2018).

Dikatakan Jokowi, yang dibutuhkan dalam situasi saat ini adalah menjaga produktivitas. Semua manusia di Indonesia harus produktif atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan ancaman dan tantangan yang datang dari luar antara lain perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

"Revolusi Industri 4.0 juga merupakan tantangan kalau kita tidak mempersiapkan diri dan tidak bisa mengikuti. Kita harus tahu artificial intelligence, big data kita harus ngerti," katanya.

Ia menyebutkan sesuai perkiraan Mc Kinsey Institute, perubahan dalam Revolusi Industri 4.0 itu 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama.

"Inilah yang kita semua harus menyadari, harus ngerti, ada juga 3d printing, membuat rumah hanya satu hari. Ini sudah ada, kita harus tahu, ada advance robotic di Changi Airport, membersihkan karpet dengan robot. Hati-hati kita kalau enggak nanti tenaga kerja diganti robot semua, kita mau kerja apa," katanya.

Presiden menyanpaikan pujian atas kegiatan yang dilakukan sejumlah pihak termasuk Partai NasDem dalam membangun karakter bangsa.

Selain ancaman dari luar, dari dalam negeri sendiri juga ada tantangan seperti radikalisme, intoleransi, korupsi, kemiskinan dan kesenjangan.

Selain produktivitas dan etos kerja, Presiden Jokowi juga mengingatkan perlunya disiplin nasional.

Kepala Negara menilai arah dan tujuan serta target pembangunan saat ini sudah tampak jelas. "Artinya kalau nilai nilai baru itu terus kita gaungkan, saya meyakini apa yang telah dihitung oleh Bank Dunia, oleh Mc Kinsey, Bappenas, bahwa tahun 2045 Indonesia akan menjadi masuk dalam negara empat besar ekonomi terkuat dunia akan betul betul bisa kita miliki, " katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengakui masih banyak yang harus diubah termasuk melalui restorasi Indonesia.

"Nilai-nilai yang lama harus diterjemahkan dalam nilai nilai baru. Nilai-nilai yang dioperasionalkan dalam praktik kehidupan sehari- hari, ?merombak pola pikir lama sehingga kita tidak bisa bergerak cepat memutuskan dengan cepat," katanya.

Menurut Jokowi, Indonesia harus bersama sama melakukan reformasi yang terencana, melakukan perubahan radikal dalam strategi pemikiran, sistem sosial dan strategi kepemimpinan.

"Kalau yang kita lakukan hanya rutinitas, monoton, begini begini saja, tahu tahu negara lain sudah meninggalkan kita," katanya.

Ia menyebutkan saat ini negara tetangga di ASEAN yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, sudah meninggalkan Indonesia.

MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Fetching news ...