News

Agus Hermanto bantah PDIP ajak dukung Jokowi di Pilpres 2019

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Agus Hermanto bantah PDIP ajak dukung Jokowi di Pilpres 2019 "Kita bertujuan memang silahturahmi walaupun kami tahu, ini situasi politik seperti ini banyak yang menduga," - Agus Hermanto

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto membantah pertemuannya dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait tawaran PDIP ke partainya untuk mendukung Jokowi dua periode di Pilpres 2019. Menurut Agus, pertemuannya di kantor DPP PDIP pada hari Jumat (13/07/2018) lalu hanya untuk menjalin silahturahmi.

"Ini bukan soal tawaran, kita memang kesana tidak bertujuan untuk itu, kita bertujuan memang silahturahmi walaupun kami tahu, ini situasi politik seperti ini banyak yang menduga," kata Agus saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, (16/07/2018).

Agus juga mengatakan tidak ada hubungannya pertemuan di kantor DPP PDIP tersebut dengan situasi politik menjelang Pilpres. Dia menyebutkan kunjungannya hanya membicarakan kepengurusan PDIP ke depannya.

"Kita tidak secara khusus membahas masalah Pilpres, kita lebih banyak membicarakan hal-hal yang masalah misalnya konstruksi dari pada kepengurusan di PDIP," kata Agus.

Sementara itu, saat ditanya posisi partai demokrat saat ini, dia mengatakan partainya masih menunggu waktu yang tepat untuk memutuskan arah poros partainya dan merasa tidak ketinggalan dari partai lain.

"Tentunya kita masih memiliki waktu yang strategis ini. Rasanya tidak ada istilah ketinggalan kereta karena semuanya secara prinsip belum ada parpol yang betul-betul memutuskan bahwa parpolnya mengusung capresnya siapa dan cawapresnya siapa," lanjut Agus.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi sinyal bahwa partai demokrat akan bergabung dengan koalisi yang tengah ia bangun. Selain itu, Hasto juga mengatakan dalam pertemuan dengan Agus Hermanto tidak menampik pembicaraan soal lahirnya poros ketiga. Ia juga mengatakan dari pertemuan tersebut isu soal keretakan hubungan PDIP dan Demokrat jelas tidak terbukti.

"Tentu saja berbagai anggapan kalau selama ini PDIP dan Partai Demokrat yang dilihat, kami kurang dalam membangun komunikasi itu tidak terbukti. Banyak communication channel yang kami bangun, jajaran struktur partai, fraksi, grassroot. Sehingga tidak pernah ada benturan kedua partai. Kalau ada perbedaan kebijakan itu adalah cermin bahwa demokrasi kita semakin matang," pungkasnya.

MenpanRB akan pecat 300 PNS
GRANAT serukan Pemilu damai bebas Narkoba
Lebih dari 1000 PNS korupsi belum dipecat, ada apa?
Fahri Hamzah minta pemerintah tuntaskan hak keluarga korban kecelakaan Lion Air
Fadli Zon ragukan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi moderator debat
Kubu Jokowi curigai hasil survei Median
Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih
PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimistis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Fetching news ...