Berharap Monica bawa aspirasi anak-anak Indonesia di WHO

REPORTED BY: Dhuha Hardiansyah

Berharap Monica bawa aspirasi anak-anak Indonesia di WHO Menteri Sosial Khofifah mendampingi Monica

Monica, seorang bocah yang lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak diharapkan membawa aspirasi anak-anak Indonesia di forum World Health Organization (WHO). Harapan ini disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. 

Monica mendapat undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention, di Ottawa, Canada pada 19-20 Oktober 2017. Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan anak, pemerintah, NGO (non-governmental organization/lembaga swadaya masayarakat) sedunia.

"Alhamdulillah masalah visa sudah selesai. Hari ini visanya sudah terbit dan rencananya Monica akan berangkat akhir pekan ini," ungkap Khofifah saat bertemu Purwati, Ibunda Monica di RPSA Bambu Apus, Hari ini (12/10). 

Khofifah mengatakan, pihaknya ikut bangga dengan apa yang berhasil diraih Monica. Di tengah keterbatasan, Monica tetap mamu berprestasi. Bukan di level nasional, melainkan internasional. 

Terkait kondisi Purwati dan anaknya Subehi, Khofifah mengatakan, untuk sementara akan tetap tinggal di RPSA Bambu Apus milik Kementerian Sosial. Rencananya, lanjut Khofifah, Kemensos bersama Dompet Dhuafa akan menyediakan akses tempat tinggal berupa kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya mencari nafkah. 

"Akan diupayakan Purwati memperoleh berbagai bansos seperti Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar untuk Subehi," tuturnya. 

Implementasi Perlindungan Anak

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat perihal perlindungan anak. Padahal diterbitkannya UU Perlindungan Anak bertujuan agar anak-anak Indonesia bisa menikmati hak mereka sebagai seorang anak. Atau bahkan mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan diharapkan bisa menjadi tulang punggung bangsa yang akan menjalankan pembangunan.

"Akhir-akhir ini banyak berita viral mengenai pernikahan dini, perdagangan anak, pelecehan seksual, penganiayaan anak dan mempekerjakan anak di bawah umur. Ini menjadi PR kita bersama," ujarnya. 

Khofifah mengungkapkan, perlindungan terhadap hak anak bukan semata tanggung jawab negara. Namun, merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan negara. 

Menurutnya, bagaimanapun anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini. Oleh karena itu, tambahnya, sangat diperlukan perlindungan bagi anak dari  bahaya,  ancaman, kekerasan, diskriminasi, dan segala perlakuan negatif. 

Memperkenalkan manusia purba Sangiran
Mengukur kesiapan untuk menikah
Tugas badan siber yang digagas Jokowi
Pemda harus awasi pergerakan ormas
Kesepakatan Jokowi dan emir Qatar
Fetching news ...