3 sebab mengapa orang pintar kerap kesepian

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

3 sebab mengapa orang pintar kerap kesepian

Fisikawan jenius Albert Einstein mengatakan perbedaan orang pintar dan orang bodoh adalah bahwa orang pintar memiliki batas, sedangkan kebodohan tidak. Di dunia ini, orang pintar memang terbatas, sementara orang bodoh melimpah-ruah.

Oleh karena itu, sangat berasalan jika ada yang mengatakan orang pintar biasanya sering kesepian. Hal itu terjadi karena beberapa sebab:

1. Dominasi orang bodoh

Di banyak belahan dunia, orang pintar tergolong langka, apalagi di Indonesia yang dalam hasil penelitian Pearson tahun 2015 menempatkan siswa Indonesia di urutan terakhir di antara 50 negara yang disurvei terkait kemampuan kognisinya atau pemerolehan pengetahuan.

Survei tersebut dalam bahasa awamnya, siswa Indonesia adalah paling bodoh di antara 50 negara tersebut, sedangkan level mahasiswa berada di ranking ke-49, nyaris sama.

Nah, dengan hasil tersebut, orang pintar di Indonesia tergolong langka. Oleh karena itu, jika termasuk di dalamnya, Anda akan kesulitan mencari teman yang sepadan, apalagi di media sosial.

2. Sulit mencari pendengar

Setiap orang butuh didengar, tak terkuali orang pintar. Karena gagasan orang pintar demikian tinggi, orang-orang yang tidak selevel akan kesulitan mencerna. Tak jarang dia dianggap aneh, hanya karena berbeda dari kebanyakan orang.

Jika memiliki perspektif yang berbeda dari kebanyakan, orang pintar harus siap-siap jadi sasaran bully atau perundungan. Pasalnya, orang bodoh tak mampu mengadu gagasan. Sebagai kompensasi, yang biasanya mereka lakukan untuk menutupi cekaknya argumentasi adalah dengan menyerang kepribadian seseorang.

Akhirnya, orang pintar lebih memilih diam, akan tetapi otaknya terus berputar. Nalar orang pintar bekerja sangat cepat, melebihi kemampuan tangannya untuk menulis atau mulutnya untuk bicara.

3. Tidak nyambung

Setiap orang yang berdiskusi ingin mendapatkan respons dan masukan balik dari teman bicara. Jangankan memberikan respons yang seimbang, orang bodoh justru mungkin menganggap gagasan orang pintar terlalu sulit dicerna. Hal ini yang menyebabkan orang pintar malas bergaul dengan sebarang orang.

Karena banyak yang dianggap tidak nyambung, akhirnya orang pintar memililh bekerja sendiri. Lagipula, orang pintar biasanya sangat percaya diri. Hal ini semakin membuatnya tidak merasa membutuhkan orang lain.

Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Usai menangi balapan pertama, Selisih poin Bautista dengan Rea semakin melebar
Anggota DPR minta masyarakat tak reaktif sikapi aksi teror di Selandi Baru
Fetching news ...