Menkumham hemat Rp118 miliar dari pemberian remisi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menkumham hemat Rp118 miliar dari pemberian remisi Menteri Hukum dan Ham, Yasonna Laoly saat hadir dalam acara pemberian remisi kepada 102.976 narapidana di sekretariat Kemenkumham, Jakarta, Jumat (17/08/2018).

Menteri Hukum dan Ham, Yasonna Laoly menyatakan bahwa negara telah menghemat biaya hingga Rp118 miliar karena pemberian remisi kepada lebih dari seratus ribu narapidana.

 “Akibat dari pemberian remisi kepada Napi, terjadi penghematan anggaran negara untuk pemberian makan napi sebanyak RP118 miliar, ya, karena dengan bebasnya mereka, kami tidak tanggung lagi biaya makannya, jadi hemat,” kata Yassona, di gedung Kemenkumham, Jakarta, Jumat (17/08/2018).

Yasonna menjelaskan sebanyak 102.976 narapidana mendapatkan remisi umum dengan potongan 1-3 bulan tahanan, sementara 2.220 di antaranya mendapatkan kebebasan.

“Remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan secara administratrif dan substantif, khususnya mereka yang berkelakuan baik dan aktif selama mengikuti pembinaan,” terangnya.

Yasonna berharap pemberian remisi dapat memotivasi napi untuk memperbaiki diri, menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatan bejat kembali. Selain itu, pembeberian remisi juga sebagai wujud negara hadir untuk memberikan penghargaan bagi narapidana atas pencapaian dan perubahan perilaku mereka.

“Saya kalau memberikan remisi kepada Napi seperti ini, apalagi untuk orang dapat bebas, ada suatu perasaan terharu melihat mereka kembali ke masyarakat. Kami harapkan setelah pembinaan dari kami di lapas mereka dapat memperbaiki diri untuk menjadi warga negara yang baik,” lanjutnya.

Dari 33 kantor wilayah Kemenkumham, provinsi terbanyak yang mendapatkan remisi adalah Jawa Barat dengan jumlah 11.631 Napi, disusul Sumatra Utara sebanyak 11.233 dan Jawa Timur sebanyak 9.052 Napi.

“Remisi merupakan salah satu  sarana hukum yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan, yakni sebagai stimulus bagi narapidana untuk senantiasa menjaga perilaku dan berubah menjadi manusia yang lebih baik,” tutupnya.

Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Usai menangi balapan pertama, Selisih poin Bautista dengan Rea semakin melebar
Anggota DPR minta masyarakat tak reaktif sikapi aksi teror di Selandi Baru
Fetching news ...