Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Calon pemimpin penyebar hoaks jangan dipilih Massa yang mengatasnamakan Barisan Umat Islam Kaffah (BUIKAFF) berunjuk rasa di depan Patung Kuda Indosat Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Massa yang mengatasnamakan Barisan Umat Islam Kaffah (BUIKAFF) berunjuk rasa di depan Patung Kuda Indosat Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019) menyoroti calon pemimpin yang gemar menyebar hoaks dan kontroversi.

Terbaru adalah pernyataan hoaks Grobogan, Jawa Tengah, sebagai Kabupaten termiskin dan banyak warga di tempat tersebut yang bunuh diri karena memiliki hutang.

"Umat Islam harus cerdas untuk memilih pemimpin. Jangan biarkan hoaks tumbuh subur dan negeri ini menjadi negeri hoaks. Setop mendukung calon pemimpin yang doyan sebar hoaks," tegas koordinator aksi Maulana.

Di sela-sela aksinya, para demonstran juga melakukan aksi teatrikal untuk menggambarkan rentetan peristiwa hoaks di tanah yang dimasukkan ke dalam kotak hoaks.

Lebih lanjut, Maulana membeberkan rentetan kebohongan menjelang laga Pemilu 2019 yang antara lain kebohongan penganiayaan terhadap Ratna Serumpaet, selang untuk pasien cuci darah di RSCM, dan berita bohong berisi kabar tujuh kontainer berisi surat suara Pemilu 2019 sudah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Sangat miris, apakah pantas calon pemimpin yang kerap menyebarkan hoaks diberikan kepercayaan oleh rakyat. Harusnya dia bisa memberikan edukasi politik yang baik kepada rakyatnya. Hoaks membodohi masyarakat awam. Penyebaran hoaks sangat dibenci oleh Allah SWT," katanya.

Seharusnya, kata dia, sebagai Muslim harusnya bertabayun atau mengklarifikasi setiap informasi yang diterima. Dia melanjutkan kabar tidak benar ini membuat Rasulullah SAW resah sehingga turun wahyu dari Allah, "Sesungguhnya mereka yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Jangan kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian; bahkan, ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar." (QS. An-Nur, 24: 11).

Maulana kembali menekankan, akibat beredarnya informasi bohong, gagasan bukan lagi menjadi faktor utama dipilihnya seorang peserta pemilu oleh masyarakat. Justru hoaks menjadi cara untuk merebut kekuasaan yang dianggap sah.

"Gunakan akal sehat dalam memilih pemimpin ke depan. Jangan biarkan negara ini hancur gara-gara hoaks. Mari bangun optimisme yang membuat kita semua bersemangat membangun negeri. Jangan terpengaruh dengan informasi hoaks yang menyesatkan dan mengandung pesimisme," pungkasnya.

Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Usai menangi balapan pertama, Selisih poin Bautista dengan Rea semakin melebar
Anggota DPR minta masyarakat tak reaktif sikapi aksi teror di Selandi Baru
Fetching news ...