Readup

Potret generasi wacana

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Potret generasi wacana

Sedikit berbicara tentang generasi milenial, tampaknya banyak hal yang harus diperbincangkan. Mulai dari masalah moral, kepribadian, sopan santun, pendidikan dan lain sebagainya. 

Belakangan ini, kondisi generasi muda kian mengalami krisis kepercayaan diri dan krisis masa depan. Hal ini memang sering ditemui, bahkan disadari atau tidak mungkin terjadi pada diri kita sendiri.

Pernahkah anda merasakan bahwa apa yang anda lakukan sekarang adalah keinginan anda sendiri? kebanyakan akan menjawab tidak. Inilah fakta yang terjadi di lapangan. Saat ekspetasi berbanding terbalik dengan realita. Saat kita lebih membiarkan orang lain yang mengambil keputusan di dalam hidup kita. Saat kita tak tahu arah dan tujuan hidup yang kita jalani.

Pernahkah anda berpikir bahwa mengapa kini kita sulit mewujudkan apa yang kita wacanakan? contohnya seperti ini, dulu sewaktu kecil kita dapat mengutarakan cita-cita yang kita inginkan dengan gamblang ketimbang saat kita dewasa.

Mengapa hal ini bisa terjadi? karena saat kita beranjak dewasa mulai muncul sikap pesimis yang dibentuk saat kita mulai tumbuh besar. Sikap pesimis lahir dari ketidakpercayaan diri seseorang untuk melakukan sebuah perubahan dalam hidupnya. Orang-orang pesimis ada karena ketidakmampuan mereka menghadapi realitas lingkungan di sekitarnya.

Tak pelak sikap pesimis ini sangat melekat di diri generasi muda saat ini. Banyak diantara mereka hanya berwacana ria tanpa berusaha secara maksimal. Tanpa membuat pemikiran, keinginan tersebut menjadi nyata. Inilah yang dimaksud dengan generasi wacana. Generasi yang hanya bisa berwacana tanpa melakukan tindakan nyata.

Begini saja, pernahkah anda melihat seseorang berada di jalanan kota yang telihat kotor oleh sampah? Jika ia salah satu dari generasi wacana yang dilakukannya adalah mengambil gadget, selfie sebentar lalu mengunggahnya di media sosial dengan menyertakan keterangan 'kemana perginya petugas kebersihan?'. Kemudian tak perlu menunggu lama, dapat dipastikan banyak yang mengomentari postingan tersebut dan mendukungnya untuk menyalahkan kinerja para petugas kebersihan. Pasti senangnya bukan main. 

Jika dipikir kembali, kenapa tidak membantu sedikit pekerjaan petugas kebersihan kota dengan membuang sampah pada tempatnya, bukan hanya bisa berkoar di sosial media dan saling menyalahkan. Tak ada yang dirugikan. Toh, yang menikmati bersihnya kota juga kita sendiri, bukan?

Dalam kasus lain generasi wacana seperti ini juga dapat dengan mudah kita temukan. Dalam hal politik misalnya. Dengan mudahnya generasi wacana ini mengkritik tanpa dasar. Mengoceh sana sini seakan-akan paling benar. Membuat meme menertawai kebijakan pemerintah. Biasanya, generasi pengkritik seperti ini tak memiliki solusi untuk disodorkan.

Fakta di lapangan kini memang seperti sebuah lelucon. Meski demikian, tak pula bisa menyalahkan jika generasi muda kita saat ini adalah pengkritik. Di sisi lain, generasi muda seperti ini bisa diapresiasi karena kepekaannya. Tetapi, kepekaan dan kritik yang bagaimana dulu yang layak dilontarkan, Sudah sewajarnya sebagai warga negara yang baik kita wajib membuat kritik yang membangun. Berlandaskan pemahaman yang mendalam terhadap sesuatu hal yang dikritik.

Jika kondisi generasi muda saat ini hanya bisa mengkritik tanpa bisa turut berpartisipasi dalam pergerakannya, bagaimana ke depannya negara kita? Bukankah kemajuan suatu negara dilihat dari kemajuan pola pikir generasi mudanya?

 

5 kesalahan mengirim lamaran pekerjaan via email
Hadapi puncak haji, jemaah mulai bergerak ke Arafah
Raihan medali perdana Indonesia di hari pertama Asian Games
3 sebab mengapa orang pintar kerap kesepian
Tren baju adat dalam peringatan HUT RI
 AS bekukan aset 4 komandan Myanmar terkait pembantaian etnis Rohingya
Banjir hadiah untuk bocah NTT pemanjat tiang bendera
Menkumham hemat Rp118 miliar dari pemberian remisi
Jangan khianati perjuangan pendiri bangsa
Kemeja \
3 kisah tragis pendiri Indonesia di akhir hidupnya
PDIP optimistis Farhat Abas jadi jubir yang baik
Alasan Sekjen PDIP sering nyinyir terkait mahar 1 Triliun
4 sejarah tradisi perayaan HUT RI ini ternyata punya kisah menarik
7 pengetahuan tentang seks yang perlu diketahui sebelum menikah
Fetching news ...